:::: MENU ::::

The Sultan Center for World Affairs

  • Diplomacy

  • Friendship

  • Cooperation

Showing posts with label berita. Show all posts
Showing posts with label berita. Show all posts

Monday, December 11, 2017

  • 1:03 AM
TSCFWA -- Para pakar menyebut alasan politik dan faktor psikologis telah mendorong Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendadak menyatakan bahwa negaranya mengakui Yerusalem ibu kota Israel.

Laman lembaga penyiaran Jerman, Deutsche Welle, mengajukan salah satu dari dua alasan yang mendasari Trump tiba-tiba mengeluarkan kebijakan yang dikecam oleh seisi dunia tersebut, termasuk sekutu-sekutu terdekat AS.

Alasan yang paling mengejutkan adalah tindakan Trump ini murni ditujukan untuk konsumsi politik dalam negeri AS, khususnya dalam kaitannya dengan Pemilu Sela tahun depan.

Rasionalnya adalah keputusan Trump menyangkut Yerusalem itu adalah hanya untuk menarik perhatian kaum Kristen evangelis di dalam negeri AS, demi memenangkan Pemilu Sela itu.

Bagi Martin Indyk, mantan utusan khusus AS untuk negosiasi damai Israel-Palestina dan mantan duta besar AS untuk Israel, menyatakan alasan keputusan Trump ini benar-benar karena pertimbangan politik dalam negeri yang sangat mudah untuk dijelaskan.

"Keputusan itu adalah ajakan kepada basis pemilih Kristen evangalisnya, sederhana sekali," kata Indyk yang kini menjadi wakil presiden Brookings Institution.

Steven Spiegel, direktur Pusat Studi Timur Tengah pada Universitas California, Los Angeles (UCLA),  menyebut keputusan Trump itu untuk menarik perhatian pemilih konservatif Kristen dan Yahudi. Selama kampanye Pilpres tahun lalu Trump sudah berjanji mengakui Yerusalem ibu kota Israel kepada dua komunitas yang menjadi basis pendukung dia.

Dengan mendekati lagi basis pemilihnya, Trump berusaha mencegah Partai Republik kalah pada Pemilu Sela tahun depan sehingga parlemen tetap dikuasai Republik.  Jika Demokrat menguasai parlemen pasca-Pemilu sela tahun depan, maka posisi Trump menjadi sangat berbahaya.


More

Wednesday, March 08, 2017

  • 10:16 AM
TSCFWA -- Sebuah akun menarik ada di Youtube bernama Champa TV.

Akun ini memiliki beberapa tayangan mengenai komunitas Muslim di Kamboja dan AS.

Zaman dahulu Bangsa Champa di Kamboja, Laos dan Vietnam merupakan dai-dai yang menyebarkan Islam di ASEAN termasuk Indonesia.

Dalam video ini terdapat organisasi bernama Indo-Chinese Islamic Center yang berpusat di AS.

  • 9:26 AM
TSCFWA -- Hidup sebagai minoritas di Kamboja bukanlah sebuah nasib yang harus disedihi.

Kaum Muslim Kamboja sebagai warga minoritas sudah terbiasa hidup mandiri membangun komunitas yang survive ratusan tahun.

Namun beberapa di antaranya masih ada yang terjebak dalam kemiskinan.

Sebuah LSM seperti di Youtube di bawah ini berusaha melakukan gerakan untuk membantu mereka keluar dari kemiskinan.

Begini aksinya:

Thursday, February 09, 2017

  • 5:43 AM
TSCFWA -- Para netizen berusaha memperbaii image negaranya masing-masing melalui Youtube.

Seperti persepsi yang terlanjur soal kazakhstan.

Beberapa warganyapun berinisiatif memberi pandangan lain agar salah kaprah tidak terus berlanjut.

Berikut beberapa video menarik.

Saturday, July 30, 2016

  • 5:44 AM
TSCFWA -- At a poll CNN did a few years ago, our readers voted rendang the most delicious food in the world.

It's time to give Indonesia's culinary credentials some time in the limelight.

Here we run through a mouth-watering array of broth-soaked noodles, fiery curries, banana-wrapped fish and vegetable salads with sweet peanut dressing.






1. Sambal

While technically more of a condiment, the chili-based sauce known as sambal is a staple at all Indonesian tables.

Dishes aren't complete unless they've a hearty dollop of the stuff, a combination of chilies, sharp fermented shrimp paste, tangy lime juice, sugar and salt all pounded up with mortar and pestle.

So beloved is sambal, some restaurants have made it their main attraction, with options that include young mango, mushroom and durian.

More

Friday, December 19, 2008

loading...
A call-to-action text Contact us